« August 2007 | Main | October 2007 »

Saturday, 22 September 2007

Anjing Gw Wafat

Malam minggu kelabu. Sabtu (22/9), anjing gw yg namanya Kent mati. Padahal pagi jam 07.30 sebelum gw brangkat kerja masih baek2 aja. Gw kasih makan, ajak jalan2 di sekitar kompleks kos, maen kejar2an bola, gw mandiin, dan gw kasih perawatan kesehatan harian. Gw sampe kos jam 21.30. Sebenernya gw udah mau liat Kent tapi ketunda gara2 gw lagi kecapean banget dan ada beberapa sms yg mesti dijawab. Jadi gw rebahan sambil bales sms2 dan buka amplop2 tagihan ini itu sampe kelupaan nengok si Kent.

Abis mandi n sholat jam 22.15 masih lanjutin bales2 sms. Baru inget Kent jam 22.40. Betapa kagetnya gw liat Kent udah ga bernyawa. Tubuhnya terkolek lemah. Mukanya yg lucu tampak tersenyum. Ga ketauan jam berapa tepatnya Kent mengembuskan napas terakhirnya. Gw mikir2 kenapa Kent mati. Apa kelaparan ya? Emang siy udah sekitar sebulan terakhir dua kali sehari gw kasih makan, ajak jalan2, maen, dan mandi. Tapi dua hari terakhir gw sedikit lebih sibuk jadi cuma sempet kasih makan sekali sehari.

Gw sediiiih banget... Soalnya anjing jenis terrier ini mulai gw pelihara sejak dia baru lahir waktu gw tugas di Papua. Kent udah jadi temen gw yg lucu. Kent termasuk anjing yang doyan makan. Kent juga paling suka diajak jalan2. Umur Kent baru 23.

Sebenernya gw di Papua dua kali beli anjing. Anjing yg pertama namanya juga Kent. Kent senior ini malah cuma berumur 6. Bedanya lagi, Kent senior sadly died. Bangkainya terkulai di atas sofa. Pesan yg tertulis waktu itu bunyinya 'died of negligence'. Sedangkan Kent junior happily died dengan pesan 'happy died of old age'. Walaupun gw dua kali gagal jadi majikan, gw putusin ga bakal uninstall program MobilePet Dog dari HP gw. Jadi gw pilih lagi anjing baru yg mau gw pelihara.

Yap... Kent emang anjing virtual yg gw pelihara di HP. Masih inget mainan Tamagochi yg sempet booming awal 1990-an kan? Kent adalah anjing yg hidup di dunia semacam mainan Tamagochi itu.

Hehe...

                            

Tuesday, 18 September 2007

BabiEna

Dua hari yang lalu aku nonton Discovery Channel yg lagi muter dokumenter masyarakat Wamena, Papua. Dokumenter yg lebih bergaya program wisata itu dibawain dua host bule. Bagian yg paling menarik adalah kegiatan masyarakat pribumi berburu di sungai. Menarik karena apa yg mereka buru pernah aku makan pas lagi berkunjung di Wamena, akhir Agustus lalu. Orang-orang Wamena nyebutnya 'udang selingkuh'. Kenapa disebut begitu? Sekujur tubuh udang ini, dari ujung kepala sampe ujung ekor, berwujud udang. Tapi si bongkok ini punya dua capit. Jadi, diduga hasil love affair nenek moyang udang dan kakek moyang kepiting yg waktu itu mungkin lagi berfantasi buat nyoba something different.
Balik lagi ke dokumenter, udang-udang liar yg ketangkep tampak kelojotan di daratan. Untuk menyantapnya, masyarakat pribumi ga perlu repot2 masak asam manis atau saus tiram apalagi goreng tepung saus bolognaise. Mereka simply bakar, kupas, makan. Beda dibanding yg aku makan waktu itu. Sekitar 10 ekor udang sepanjang 5-20 cm meringkuk di atas piring dibanjiri saus mentega. Kulitnya memerah karena alergi panas. Yummy!! Dimakan bareng nasi anget plus tumis kangkung.
Seorang polisi yg setia nemenin perjalanan aku dan temen2 di Wamena banyak cerita tentang distrik yg (katanya) berasal dari kata 'Wam' yg dalam bahasa setempat berarti babi dan kata 'Ena' yg artinya apaaaaa gitu. Secara harafiah penamaan itu bisa jadi masuk akal karena memang distrik yang berada di lembah Pegunungan Jayawijaya itu banyak berseliweran babi. Bahkan, kata polisi itu manusia-manusia pribumi banyak meniru tingkah laku si ekor ikal. Ini baru ga masuk akal.
Wamena bisa dicapai 45 menit dengan perjalanan pesawat dari Jayapura. Peak season di Wamena adalah menjelang 17 Agustus karena rutin digelar Festival Lembah Baliem. Salah satu tempat yg jadi obyek wisata di Wamena adalah Kampung Kurulu. Kurulu dan Wamena pada umumnya berhawa sejuk dengan suhu turun 3-5 derajat celsius pada malam hari. Kampung ini terkenal dengan mumi kepala suku yg selalu jadi obyek foto turis2. Ada gula ada semut. Peluang ini dimanfaatkan penduduk kampung untuk komersialisasi mumi dan diri mereka sendiri. Sebagian mereka yg dlm aktivitas sehari-hari sudah berpakaian ala kebanyakan manusia, rela berbugil ria ketika mendengar deru kendaraan pembawa turis. Tujuannya adalah mencari rupiah dengan menjadi obyek foto. Ga sedikit juga yg berkeliaran di luar kampung, di tempat2 publik semisal bandara dengan tujuan yg sama. Yap, 'jual diri'!
Kehidupan mereka kadang menimbulkan keprihatinan, tapi lebih sering tanpa sadar dianggap sebagai obyek tontonan dengan nilai 'eksotis'. Sama eksotisnya dengan keindahan alam Papua secara umum yg menimbulkan dilema antara mau dibiarkan 'indah' tapi tertinggal atau diubah menjadi moderen tapi keilangan eksotisme itu sendiri. Keindahan-keindahan itu menjadi salah satu penghipnotis makhluk-makhluk Jakarta yg pernah tugas di sana, termasuk aku dan beberapa teman, untuk selalu pengen balik ke sana.
Di kantor, kemarin aku ketemu seorang teman yg sama2 alumni Papua. Dia ngaku ga keberatan kalo disuruh tugas lagi di Papua. Di sela2 obrolan kami, lewatlah Bunga (nama samaran), seorang reporter perempuan, dan berlangsung bla..bla..bla.. singkat berikut.
Teman: Bunga, dapet salam dari F.
Bunga: Loh, emang ketemu dimana?
Teman: Dia kan ditugasin di Papua.
Bunga: (memasang muka iba tapi tetep keliatan sinis) Ooo... kasian...
Teman & Aku: (saling pandang terdiam 1 detik)
Aku: Kasian? Belum tau dia... kasian...

Tuesday, 04 September 2007

Superman (Finally) Returns

Once upon a time... He got an instruction to execute a mission. He had to fly far away east to spread up knowledge, experience, and friendship. Initially, it was so hard for him to do so due to his own horrible imagination about the remote island along with its primitive inhabitants. Human wild life, limited facility, and any other negative presumption filled up his mind. What a baseless imagination!
But, he finally realized that they are not true partially when he came and touched the island. Indeed, he could still find such a human wild life: free sex based on animal instict, high level of crime, and unlogic conservative defense strategy using a-doesn't-make-sense-primitive-law. But they are not exist in every single individual of the island. Friendly greet, sweet smiles come from white teeth, and hillarious jokes are still friends of him. They were among the hard things to loose when he at last must go back to the west. What about limited facility? Forget it! He swore it's no longer become a difficulty since he is not too much affected whether a place has full or less facility.

Cape d ngomong bahasa bule...
Ya, dia dapet banyak hal berharga dari the island itu. Pengalaman visual, mental, dan yang paling berharga adalah teman-teman baru. That's why he would like to appreciate the following:
- Semua teman-teman di Metro Papua TV. Makasih udah jadi rekan kerja, sahabat, bahkan sodara yang membanggakan. Tempat berbagi dan mengukir cerita. Ga mungkin disebut satu persatu guys!
- Teman-teman satu tim dari MetroTV. Makasih udah jadi rekan kerja, sahabat, saudara, sekaligus patner serumah layaknya keluarga. Khususnya buat 2 kru tercantik: Susan dan Amanda, serta teman seranjang: Yuda.
- Rekan-rekan wartawan the island: Emi Antara, Riri Elshinta, Tia Cendrawasih Pos, Angel Papua Pos, Folmer Media Indonesia, Bang Rubai SCTV, Alberth TVRI, Paul TOPTV, Andi Detik.com, Odeh Sinar Harapan, Dion TOPTV, Erna TOPTV, dll. Makasih buat kerjasama, bantuan, dan persahabatannya.
- Innova DS 1774 AI, Innova DS 1556 AC, Avanza DS 1684 AH, dan Vios DS 1325 AD. Makasih udah jadi armada yang tangguh nganter pulang-pergi, liputan, dan jalan-jalan.
- Bintang tamu: Kaka Hugo, Abang Panjaitan, Bu Dokter Esti, Astri Bank Papua, Lusi Telkomsel, Stephanus MP Gym. Makasih udah ikut ngisi 4 bulan kehidupan di the island.
- Narasumber idola: Wakapolda Andi Lolo, Dir Reskrim Polda Paulus Waterpauw, Kapendam Imam Santoso, Sekda Tedjo Suprapto, Danrem Burhanudin Siagian, dan Anggota DPRP (yang cantik) Yanni. Makasih udah bantu kerjaan. Spesial buat Pangdam Zamroni, makasih ya oom udah maen 'semprot'. Moga2 di usia Pangdam yang udah senja lebih ati2 kalo ngomong. Buat intel2 melayu di the island, "2-0 kids!"
- Bapak-bapak sekuriti Bank Papua. Makasih udah jagain kantor kita plus bagi2 es krim dan kue sisa acara Bank Papua.
- Steven the house assistant, Paul the photographer, Michael the badminton partner, Via the producer of Mamamia, Asih the producer of Ngobras, Ephoy the producer of Ngovri, Salon Rudy Hadisuwarno the make up artist, Saga the wardrobe, and so on and so forth.

Juga buat semua yang ga kesebut di atas, makasih buanyaaaak atas jasa masing-masing. Sekaligus mohon maaf atas kesalahan kata dan sikap. Smoga kita dipertemukan lagi suatu waktu nanti.

Now... that he finally returns to his real life, goes back to the west with so many foot prints left behind, not to mention... his heart.

Ya, 'the island' dalam dongeng di atas adalah Papua the neverland where the sun actually rises, 'dia' dalam dongeng di atas adalah Superman.

Superman Returns.